This nice Blogger theme is compatible with various major web browsers. You can put a little personal info or a welcome message of your blog here. Go to "Edit HTML" tab to change this text.
RSS

Selasa, 17 November 2009

Resensi

RESENSI NOVEL
Rani Meilyana
XI PSIA 5
SMA Plus Negeri 17
PALEMBANG
RESENSI NOVEL

Judul Buku : Amore
Penulis : Margareth
Bahasa : Indonesia
Genre : Novel Remaja
Penerbit : Gagas Media
Kota : Jakarta
Tahun Tebit : 2005
Halaman : 25Lembar
ISBN : 979-3600-8-0


I. RESENSI:

Sebuah novel remaja yang menceritakan tentang seorang remaja perempuan bernama Amore yang biasa dipanggil Amy. Amy adalah seorang anak tunggal yang berumur 14 tahun. Ia masih duduk di bangku SMP. Pada suatu hari sepulang dari gereja, Amy bertemu dengan seorang anak lelaki bernama Dion yang menurutnya mempunyai senyum 1000 watt, dan ia merasa tertarik dengan anak laki-laki tersebut yang ternyata merupakan anak pindahan yang menjadi tetangga baru disebelah rumahnya, alhasil Amy senang bukan main.
Dion yang bernama lengkap Dion Fransiskus Hirai adalah seorang anak pindahan dari solo yang menjadi tetangga Amy, dan bersekolah di tempat yang sama dengan Amy. Satu persatu peristiwa pun singgah di kehidupan Amy yang seorang gadis kecil beranjak dewasa, mulai dari Elaine, anak dari seorang pengusaha sekaligus penyumbang terbesar di sekolahnya nyaris membuat Amy dikeluarkan dari sekolah. Lalu Mamanya yang tiba – tiba meninggal dan ternyata Amy adalah seorang anak adopsi yang mempunyai saudara kembar. Semua hal itu membuat Amy pusing dan hamper tak percaya semua yang menimpa dirinya.
Di tengah masalah dan kemelut yang terjadi, tiba – tiba seorang Fullbert yang menjadi musuh besar bagi Amy menjadi malaikat penolongnya.
Pada akhirnya, papanya menikah lagi dan Amy pun menemukan kembarannya. Dan ternyata yang hampir selalu Dion katakan sepanjang ia bersama Amy bahwa ada seseorang yang menyerupai Amy baik wajah, sikap, maupun sifat tak lain dan tak bukan ialah kembaran Amy sendiri.


II. TOKOH – TOKOH:

1. Amore:

Seorang anak perempuan yang malas diceritakan pada awal novel, bahwa ia sangat malas untuk pergi ke gereja. Cerewet, diceritakan bahwa hampir sepanjang hidupnya dipenuhi oleh ocehan – ocehan kecil. Suka menghayal, pada saat ia terpelest dan ditolong Dion, ia berkhayal dapat menjadi pacarnya Dion, lalu pada saat belajar Fisika bersama Dion, Amy sempat berkhayal ia akan mendapat ciuman pertama dari Dion. Seorang putri yang manis diceritakan dalam novel bahwa banyak yang tertarik kepadanya. Sopan, contoh pada saat orang tua Dion yang bertamu kerumahnya untuk berkenalan dengan orang tua Amore sebagai tetangga baru.

2. Dion:

Seorang anak laki – laki yang menjadi tetangga baru amy. Bernama lengkap Dion Fransiskus Hirai merupakan seorang anak pindahan dari Solo. Diceritakan pada novel ia adalah seorang anak yang tampan yang memiliki senyuman 1000 watt. Seorang yang perhatian, diperlihatkan pada saat ia menelpon amy dan bersedia untuk membantu amy mengerjakan pekerjaan rumah.

3. Fullbert:

Merupakan seorang anak laki – laki yang menjadi musuh Amy disekolah, ia terlihat arrogant (sombong), dingin, kaku, dan sinis terhadap Amy. Dan ternyata sikap – sikapnya yang ditunjukkan terhadap Amy selama ini ialah bohong karena ia ingin menutupi perasaannya terhadap Amy.

4. Rosella:

Ia adalah teman baik Amy di sekolah. Seorang yang enerjik dan bersemangat. Selalu mendukung Amy dan selalu ada disamping Amy baik dalam suka dan duka. Merupakan contoh sahabat setia yang patut ditiru dikalangan anka muda msa kini.


5. Mama Kary:

Merupakan mama Amy. Seorang mama yang baik, pengertian , dan ramah. Terlihat dari sikapnya pada saat menyambut tetangga baru mereka. Berlogat jawa, pada saat Amy dan Dion belajar bersama, tiba – tiba mama langsung menghambur memecahkan keheningan dengan logat jawa aslinya dengan ramah.

6. Papa:

Sosok papa yang sabar dan pengertian. Ramah terhadap orang yang baru dikenal. Mudah bersosialisasi dan berbaur apalagi dengan teman anaknya.

7. Mbak Nur:

Seorang pembantu rumah tangga yang bekerja di rumah amy. Seorang yang cerewet, contohnya pada saat Dion datang berkunjung ke rumah amy, ia dengan sigatnya berbicara dengan kecepatan penuh.

8. Elaine:

Merupakan seorang anak yang paling tajir atau kaya, ia merupakan penyumbang terbesar disekolah mereka. Di novel ini Elaine menjadi salah satu musuh dari Amy. Bersifat iri, dengki, manja dan ingin memiliki segala sesuatu yang dimiliki oleh orang lain. Segala keinginnya harus dipenuhi bila tidak, ia akan mengamuk. Tipe orang yang berkuasa dibawah pengaruh orang tuanya yang kaya raya.


III. KELEMAHAN:

Menurut saya seorang anak SMP kurang cocok memerankan karakter yang menggambarkan sosok seotrang Amy karena pada usia 2 SMP masih terlalu muda untuk mempunyai kehidupan seperti ini. Menurut saya akan lebih baik si penulis menggambarkan sosok Amy sedang duduk di bangku SMA.
Terkadang pembawaan kalimat terlalu bertele – tele atau bisa dibilang berbelit, tidak langsung pada maksud yang dituju. Pembawaan suasana terlalu didramatisir dengan kesan ’cerewet’.


IV. KELEBIHAN:

Margareth pun ialah seorang anak kelas 2 SMP, pada usia yang beggitu muda ia sudah bisa menghasilkan sebuah karya yang bisa diancungi jempol.
Sosok Amy maupun karakter pada tokoh – tokoh lainnya pun digambarkan secara gamblang baik secara tersirat maupun tersurat.


V. KESIMPULAN:

Menurut saya novel ini sudah sangat baik untuk menjadi bacaan dalam waktu senggang sehari – hari. Dengan bahasa yang ringan dan santai sehingga dapat dengan mudah untuk dipahami baik dari usia anak – anak yang baru mulai beranjak dewasa maupun para remaja dan kalangan pekerja.

VI. SARAN:

Sebaiknya pembawaan bahasa yang santai tidak perlu sampai berbelit dan terkesan terlalu heboh dan panjang namun tidak begitu berarti dalam pengartiannya, justru karena hal itu pembaca akan merasa agak bosan untuk membacanya sehingga ada perasaan ingin melewatkan bagian tersebut. Padahal bila pembaca melewatkan bagian tersebut bisa saja ada bagian tertentu yang semestinya harus dibaca malah terlewatkan begitu saja.
Seharusnya Amy berusia sekitar 16 sampai 18 tahun, kurang pantas seorang anak SMP yang baru berusia 14 tahun melakuakn sesutau yang bisa dibilang tidak sepantasnya seperti contoh dalam novel ini, yaitu pada saat penutup dikatakan bahwa Amy berciuman dengan Fullbert.

0 comment:

Posting Komentar